Rabu, 24 Agustus 2016

BUDAYA KOTA KEDIRI

KETHEK OGLENG

Selain jaranan, Kediri juga punya kesenian khas yang lain. Bahkan, tari yang dicuplik dari kisah asmara Panji Asmarabangun dan Dewi Kilisuci tersebut juga sudah mendunia. Tapi sekarang tari ini terancam punah. Bagi komunitas seniman Kediri, nama Guntur sudah tidak asing lagi. Dedikasinya terhadap dunia seni bahkan sudah membawanya hingga ke berbagai negara di dunia. Memperkenalkan tari nasional ke seluruh dunia. Salah satunya adalah mempertontonkan tari Kethek Ogleng. Menurut Guntur, tari Kethek Ogleng sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Tari ini mengalami masa puncak pada era 70-an. Seiring berjalannya waktu, tari Kthek Ogleng perlahan-lahan mulai jarang ditampilkan. Pada era 90-an kegemaran masyarakat dan seniman mulai bergeser. Mereka lebih suka memainkan jaranan yang gerakan dan musiknya lebih sederhana. Tak heran bila saat ini warga Kediri lebih mengenal jaranan sebagai seni khas Kediri dibandingkan Kethek Ogleng. Apa yang membuat Kethek Ogleng menjadi kesenian khas Kediri? Guntur mengatakan sebenarnya tari tersebut berasal dari legenda Kota Kediri. Yaitu kisah percintaan Panji Asmorobangun dengan Dewi Sekartaji dalam Cerita Panji.
Kera atau kethek yang ditampilkan pada cerita tersebut adalah jelmaan dari Panji Asmorobangun. Dia berubah wujud menjadi seekor kera putih yang sedang mencari calon pendamping hidup.
Saat berkelana di hutan kera putih berjumpa dengan Endang Roro Setompe yang merupakan nama lain dari Dewi Sekartaji. Melihat sosok Dewi Sekartaji yang cantik jelita, Panji pun tergoda. Namun sayangnya Sekartaji tidak mau memiliki suami seeekor kera. “Akhirnya Sekartaji meninggalkan kera sendirian di tengah hutan,” cerita Guntur.
Cerita itulah yang kemudian ditampilkan dalam bentuk satu tarian dengan nama Kethek Ogleng. Sebenarnya untuk bisa menampilkan kesenian itu hanya dibutuhkan dua orang penari dengan iringan musik gamelan. Penari pertama berperan sebagai kera putih dan penari kedua berperan sebagai Dewi Kilisuci.

MAKAN KHAS KEDIRI

GETHUK PISANG KHAS KEDIRI


Siapa sih orang Kediri yang belum pernah mencoba getuk pisang? pasti semua sudah pernah. makanan berasa manis legit dengan rasa asam khas pisang di setiap gigitannya membuat semua orang ketagihan dengan rasanya. Gethuk pisang adalah makanan alami, tanpa tambahan zat apapun, termasuk gula dan bahan pengawet. Oleh karena itu, gethuk pisang hanya bisa bertahan selama dua hari pada suhu kamar atau sekitar empat hari jika disimpan di dalam lemari pendingin. Gethuk pisang ini nikmat dinikmati selagi hangat, namun tidak kalah sedap disantap ketika sudah beranjak dingin.
Getuk pisang merupakan salah satu aset kuliner Kediri yang dari dahulu sudah ada. Meskipun belum diketahui mengenai asal-usul si manis dari Kediri ini, namun tradisi pembuatan dan pengolahan gethuk pisang diyakini sudah berlangsung secara turun-temurun dan diwariskan lintas generasi. Konon, gethuk pisang ini sudah populer sejak zaman Kerajaan Kadiri dan menjadi makanan kesukaan Dewi Sekartaji, putri dari Kerajaan Jenggala (pecahan dari Kerajaan Kadiri). Bahkan menurut mitos, karena saking lezatnya, para dewa di khayangan sampai rela turun ke bumi hanya untuk mencicipi gethuk pisang buatan rakyat Kerajaan Kadiri.
Di Kediri banyak toko jajanan atau oleh-oleh yang menjajakan getuk pisang seperti di sepanjang Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pattimura, Kota Kediri, dan sentra penjualan makanan khas Kota Kediri lainnya dengan harga per buah getuk pisang sekitar Rp 3000; sampai Rp 6000. Selain itu banyak juga industri rumahan yang secara khusus menerima pesanan getuk pisang. Salah satunya adalah Ibu Napsiyah. Beliau sudah puluhan tahun membuat getuk pisang. Getuk pisang buatan ibu Napsiyah ini bisa kita temui di Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Sedikit pertimbangan bagi pembaca yang ingin membeli getuk pisang. Pertimbangkan masa bertahannya getuk pisang yang hanya dua hari. Bila rumah anda terlalu jauh menikmati getuk pisang di tempat-tempat wisata Kota Kediri tak kalah nikmatnya. So, mari berkunjung ke Kota Kediri dan cicipi semua makanannya.
sumber : http://www.on-haris.tk
http://pusatmakanandanjajanankediri.blogspot.co.id/2014/12/getuk-pisang-khas-kediri.html

1 komentar:

Nadya Dwi mengatakan...

Mengapa tari Kethek Ogleng mengalami penurunan popularitas dan pergeseran minat masyarakat serta seniman ke arah kesenian jaranan pada era 90-an? Regard Telkom University

Posting Komentar

About

BTemplates.com

Blogroll